Kodetifikasi Bilangan Prima
Mufasir modern sepakat bahwa al-Qur'an dalam penggambarannya sangat istimewa, karena
struktur sistematikanya matematis.1 Al-Qui an menggunakan kodetifikasi bilangan prima secara
bertingkat: surat, ayat, kata, dan huruf. Dua dekade yang lalu, pembahasan masalah seperti ini
merupakan hal yang sensitif, karena bisa dipandang "memperkosa" ayat-ayat alQur'an. Di satu sisi,
tingkat penemuan yang membahas angkaangka masih "dangkal" -- sehingga kurang menarik.
Namun kini, dengan banyaknya alat bantu seperti komputer dan kemajuan di bidang sains yang
berhubungan satu sama lain, studi mengenai "kodetifikasi" al-Qur'an makin menampakkan hasilnya
yang luar biasa. Tentu saja, walaupun isinya sama. Hanya al-Qur'an mushaf Ustmani saja yang
dipakai, dan hanya versi itulah yang memenuhi kriteria kodetifikasi al-Qur'an, sebagaimana bahasa
aslinya pada saat wahyu diturunkan.








